img

Sejarah Unilak

Oleh: Administrator


Kedudukan Universitas Lancang Kuning (Unilak) di bawah naungan Yayasan Raja Ali Haji (Yasrah). Nama Raja Ali Haji, dikenal sebagai ulama, sejarawan dan pujangga abad 19 asal Kepulauan Riau. Raja Ali Haji terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa, buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Sedangakan nama Lancang Kuning yang dipilih untuk universitas, taklepas dari sejarah kebesaran kerajaan Melayu Riau di masanya. Kapal Lancang Kuning adalah sejenis kapal layar yang digunakan oleh para raja-raja dan panglima perang kerajaan melayu. Jika diibaratkan pada zaman kini, Kapal Lancang Kuning ibarat kapal komando yang memegang kendali keamanan armada perang laut kerajaan Melayu. Atas dasar hal tersebut diharapkan dengan mengadopsi nama Raja Ali Haji dan Lancang Kuning, universitas mampu mengambil spirit yang sama sebagai leader (pemimpin) di bidang pendidikan.

Gedung Rektorat Unilak

Pembentukan Yasrah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Riau nomor 135/VI/1982, tanggal 8 Juni 1982. Selanjutnya pada tanggal 9 Juni 1982, melalui Surat Keputusan Ketua Umum Yasrah Nomor 001/Kep.Yasrah/1982, Yasrah mendirikan perguruan tinggi dengan nama Universitas Lancang Kuning atau disingkat Unilak yang terdiri atas 5 (lima) fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Pertanian. Keputusan ini dipertegas melalui akte notaris Syawal Sutan,  pada tanggal 12 Juni 1982 dengan nomor 84 yang menyebutkan bahwa pendiri Yasrah adalah Pemerintah Provinsi Riau.

Pelantikan pengurus yayasan dan universitas serta perangkat fakultas dilakukan pada tanggal 9 Juni 1982 di Balai Dang Merdu Pekanbaru (yang saat ini sudah berganti menjadi lokasi Bank Riau-Kepri) oleh Gubernur Riau Imam Munandar. Tanggal ini pula yang kemudian diakui sebagai tanggal berdirinya Unilak.

Facebook

Index Galeri Video

Copyright © 2016 Pascasarjana Universitas Lancang Kuning. Developed by 8MediaTech